About Widi Nugroho

Make it happen

Pelanggan Seluler Indonesia Naik 15,5 Juta

JAKARTA – Pengguna seluler Indonesia sepanjang tahun 2008 naik hingga 15,5 juta. Angka ini naik sekira 2 juta dari jumlah pelanggan di kuartal ke-2 tahun 2008.

Dilansir melalui Cellular News, Senin (2/2/2009), angka 15,5 juta pelanggan secara tidak langsung menggenapkan jumlah pelanggan seluler di Indonesia hingga total menjadi 131,64 juta, dengan pertumbuhan pertahun mencapai 57,1 persen, atau naik sekira 9,2 persen dari tahun sebelumnya yang hanya meningkat 47,9 persen.

Pada kuartal ke-2 2008, operator terbesar di Indonesia Telkomsel menunjukkan performa yang tidak membahagiakan dengan pertumbuhan pelanggan hanya 1,1 juta. Pertumbuhan cukup signifikan didapat melalui operator Indosat dan XL. Bahkan Indosat mencatatkan pertumbuhan pelanggan hingga 6 juta sedangkan XL hanya meraih sekira 4,5 juta pelanggan pada tahun ini. Namun pada kuartal ke-3 2008, Telkomsel berhasil menambah sekira 8,1 juta sehingga total pelanggannya mencapai 60,5 juta.

Pemain lain dalam pasar seluler Indonesia, Axis berhasil menambah sekira 1,15 juta pelanggan sepanjang kuartal ke-3 tahun ini, sehingga membukukan total pelanggan menjadi 1,6 juta. Sedangkan Hutchison dan Mobile-8 mencatat jumlah pelanggannya mencapai masing-masing 3,6 juta dan 4,2 juta.

Penetrasi pengguna seluler di Indonesia mencapai 52 persen atau meningkat dari penetrasi di tahun sebelumnya yang hanya 33,6 persen. (srn)

source: Okezone.com

Advertisements

Telkomsel Hadirkan 3.158 Titik Layanan T-Cash

source: Telkomsel, 11 Desember 2008

Hari ini Telkomsel meresmikan outlet ke 3.000 T-Cash hasil kerjasama dengan Indomaret, sekaligus menandai hadirnya era layanan mobile wallet di kota Medan. Hal ini menjadikan jumlah titik layanan T-Cash di seluruh Indonesia menjadi 3.158.

Seiring penambahan jumlah titik layanan T-Cash di Jawa-Bali dan Sumatera, pelanggan T-Cash bertambah secara signifikan mencapai 90.000 atau meningkat 100 kali lipat dibanding jumlah pengguna T-Cash di awal tahun 2008 yang hanya 979 pelanggan. Telkomsel sendiri mempelopori hadirnya layanan mobile wallet pertama di Indonesia pada November 2007.

Peningkatan signifikan juga terjadi di sisi jumlah transaksi yang dilakukan oleh pelanggan T-Cash, di mana pada bulan November 2008 tercatat 23.455 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 miliar atau meningkat 400 persen dibanding bulan Januari 2008 yang hanya Rp 4 juta dengan 82 transaksi.

Di akhir 2010 diperkirakan pengguna T-Cash di Indonesia akan mencapai 6 juta pelanggan. Hal ini didasarkan pada tren positif respon masyarakat dan potensi jumlah pelanggan Telkomsel yang kini mencapai 63,5 juta.

“Pesatnya perkembangan layanan mobile wallet T-Cash ini berkat dukungan Bank Indonesia sebagai pemberi lisensi, adanya Undang-Undang Transaksi Elektronik, serta semangat para merchant seperti Indomaret yang ingin meningkatkan pelayanan dalam hal kemudahan bertransaksi,” ungkap Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto.

“Melihat tren positif respon masyarakat terhadap layanan T-Cash di berbagai wilayah di Indonesia, kami yakin bahwa layanan ini sudah dinanti-nanti masyarakat Medan dan akan berkembang cepat di wilayah ini. Saat ini ada 39 outlet Indomaret yang siap melayani pelanggan T-Cash di Medan, dan akan terus ditambah jumlahnya sehingga masyarakat semakin mudah melakukan transaksi,” ungkap VP Telkomsel Area Sumatera Mirza Budiwan.

”Sebagai salah satu merchant terbaik T-Cash, Indomaret merespon sangat agresif melalui visi peningkatan pelayanan kepada pelanggannya, di mana hanya dalam 1 tahun telah ada 3.000 outlet Indomaret yang dilengkapi dengan device connected ke sistem T-Cash Telkomsel. Hal ini tentunya juga menjadi bagian penting dalam upaya mendukung program Bank Indonesia dalam menyediakan ragam instrumen pembayaran micropayment non tunai yang efisien, cepat, dan aman,” papar Suryo.

Suryo menambahkan, perubahan perilaku yang menginginkan kepraktisan telah membawa transaksi elektronik berkembang pesat. Demikian juga halnya gaya hidup penuh mobilitas, membuat ponsel menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, bahkan ungkapan ‘lebih baik tertinggal dompet daripada ponsel’ kini benar-benar nyata, karena dengan T-Cash berbagai transaksi bisa dilakukan menggunakan ponsel.

Dengan layanan mobile wallet T-Cash maka ponsel bisa berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi secara mudah, cepat, dan aman. Mereka dapat melakukan pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, bahkan pengambilan tunai.

Untuk menikmati layanan T-Cash ini, pelanggan Telkomsel baik yang menggunakan kartuHALO, simPATI, ataupun Kartu As cukup registrasi melalui SMS ketik REG TCash Nama#Tanggal Lahir<ddmmyyyy>#Nama Ibu Kandung dan kirim ke 2828.

Telkomsel juga memberikan keuntungan tambahan yang berlaku hingga 10 Januari 2008, bagi yang mendaftar dan melakukan pengisian pertama (cash in) minimal Rp 50.000 akan mendapat potongan tagihan bulanan (kartuHALO) atau pulsa (simPATI/Kartu As) Rp 10.000.

Selain itu, setiap transaksi menggunakan T-Cash di Indomaret minimal sebesar Rp 50.000 akan mendapatkan bonus 10 poin dari Telkomsel Poin serta kesempatan untuk mendapatkan diskon hingga 20% untuk produk tertentu.

Sekilas Mobile Wallet

Dalam menghadirkan layanan mobile wallet di Indonesia, Telkomsel menjadi integrator sekaligus service provider yang didukung oleh Bank Indonesia (regulator), merchant-merchant penjual barang dan jasa (Indomaret, Fuji Image Plaza, Perguruan Tinggi penyedia konten akademis, dan lain-lain), bank sebagai tempat penyimpanan dana (BNI, Mandiri, dan sebagainya). Layanan ini tentunya bisa menjadi katalisator terciptanya less cash society.

Layanan T-Cash memungkinkan ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan nominal kecil (micropayment) di bawah Rp 1 juta.

Respon positif masyarakat pada layanan mobile wallet ini tidak terlepas dari data Bank Indonesia yang menunjukan bahwa 63% dari transaksi di Indonesia pada 2006 merupakan pembayaran dalam nominal kecil. Apalagi mengacu standar Weidong Kou pada Payment Technologies for e-commerce menegaskan bahwa pembayaran nominal kecil (di bawah Rp 120.000) telah saatnya difungsikan kepada pengguna ponsel guna menghemat devisa.

Hal ini juga sejalan dengan tren yang terjadi di dunia, di mana layanan mobile wallet dari operator Globe Telecom, yakni G-Cash, telah digunakan oleh 42% masyarakat di Filipina untuk melakukan pembayaran mikro/micropayment dengan rata-rata transaksinya mencapai 100 juta dollar AS atau setara dengan jumlah 1,3 juta pelanggan. Demikian pula masyarakat negara Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong.

Potensi layanan mobile wallet juga didukung oleh analisa data Juniper Research yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel oleh masyarakat untuk layanan perbankan dan transaksi semakin meningkat. Juniper Research memperkirakan jumlah pengguna layanan bank via ponsel atau mobile banking bakal mencapai 816 juta orang di tahun 2011. Angka tersebut adalah peningkatan sampai sepuluh kali lipat dari jumlah pengguna di 2007.

Telkomsel Luncurkan T-Remittance di Hongkong

Dalam suasana 100 Tahun Kebangkitan Indonesia, Telkomsel meluncurkan inovasi layanan konvergensi layanan selular dengan perbankan bernama T-Remittance yang memungkinkan para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri bisa melakukan transfer uang ke keluarganya di Indonesia secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, “Peluncuran ini merupakan kelanjutan implementasi T-Remittance setelah sukses diuji coba Live Demo di Hongkong April 2008 lalu dan mendapatkan ijin dari Bank Indonesia selaku regulator pada 12 Agustus 2008, sekaligus awal dari diversifikasi layanan di mana Telkomsel tidak hanya menghadirkan layanan selular tapi juga layanan transaksi kerjasama dengan perbankan.”

Kiskenda berharap kehadiran layanan T-Remittance hasil kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat Indonesia yang bekerja di Hongkong dan keluarganya yang ada di Indonesia dalam hal kemudahan pengiriman uang lintas negara secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Acara yang dihadiri ribuan TKI ini menjadi istimewa karena dihadiri Menakertrans Erman Suparno, Kepala Perwakilan BI Tokyo Mohammad Ishak, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, Konjen Indonesia di Hongkong Ferry Adamhar, dan Staf Ahli Meneg BUMN Alexander Rusli.

Kehadiran berbagai pihak dalam acara peluncuran ini karena kehadiran layanan remittance melalui mobile wallet T-Cash (Telkomsel Cash) ini tidak hanya sekedar komersialisasi konvergensi layanan operator selular dengan dunia perbankan, tetapi lebih dari itu menandai hadirnya new industry hasil kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Telkomsel lebih menjadi fasilitator dengan bertitik tolak dari melayani pelanggan kartu prabayar yang kini telah mencapai hampir 60 juta pelanggan,” papar Kiskenda

Sebagai service leader operator selular di Indonesia, Telkomsel tidak hanya melayani masyarakat Indonesia yang berada di Indonesia tapi juga yang mereka yang kerja dan tinggal di luar negeri, sebagaimana di Hongkong ini melalui produk kartu prabayar simPATI Kangen yang merupakan hasil kerjasama dengan ShineTown Mobile (operator penyelenggara layanan) dan CSL (operator besar penyedia jaringan di Hongkong). Khusus dengan CSL Hongkong, Telkomsel memiliki ikatan batin yang erat melalui keanggotaannya dalam Bridge Alliance yang saat ini beranggotakan 11 Operator terkemuka di Asia Pacific.

Gabungan kedua layanan T-Remittance dan simPATI Kangen di Hong Kong ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan yang ditunggu-tunggu oleh sekitar 120.000 masyarakat Indonesia yang bekerja di Hong Kong, dimana rata-rata berpenghasilan sekitar HKD 3.500/bulan (Rp 4,2 juta). Hal ini dikarenakan dalam hubungan anggota keluarga lintas negara, kebutuhan komunikasi dan distribusi uang antar mereka menjadi hal utama.

Layanan T-Remittance juga merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN baik dari sisi perusahaan maupun sinergi produk dalam upaya meningkatkan value BUMN di tingkat global dan pelayanan masyarakat.

Sinergi yang dilakukan Telkomsel selaku anak perusahaan BUMN Telkom dengan BNI dalam menghadirkan inovasi produk sinergi layanan selular dan perbankan bernama T-Remittance ini mendapat dukungan penuh dari Kementrian BUMN.

sumber: www.telkomsel.com

Telkom Luncurkan Transaksi Nontunai FlexiCASH

JAKARTA – Menyadari semakin tumbuhnya gaya hidup non-tunai (less cash lifestyle), Telkom menawarkan layanan baru yang disebut FlexiCash, yaitu layanan uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran atau pembelian non tunai melalui layanan TelkomFlexi.

“Layaknya membawa dompet berisi uang tunai, pelanggan Flexi dapat melakukan berbagai transaksi, seperti pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, pembayaran jasa, dan macam-macam transaksi lainnya. Layanan ini memang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup pelanggan yang menginginkan adanya layanan transaksi non tunai mobile commerce, di mana ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi dengan cara yang mudah, cepat, dan aman,” ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Jumat (29/8/2008).

Keuntungan penggunaan FlexiCash antara lain praktis (cashless) sehingga pelanggan tidak perlu membawa banyak uang tunai ke mana-mana dan mudah (simple) karena transaksi cukup dilakukan melalui layanan pesan singkat (SMS).

FlexiCash juga dapat melakukan remote payment, artinya pelanggan bisa melakukan transaksi dari mana saja tanpa harus datang ke merchant bersangkutan. Sedangkan untuk memanfaatkan FlexiCash, pelanggan cukup  melakukan registrasi dengan cara ketik CASH lalu kirim SMS ke 555.

Pengguna FlexiCash dapat mengecek saldo FlexiCash-nya setiap saat, memeriksa lima transaksi terakhir, pembelian voucher isi ulang (GSM/CDMA), pembayaran berbagai macam produk dan layanan baik fisik maupun digital serta pembayaran tagihan.

Layanan FlexiCash telah berlaku secara nasional di seluruh Indonesia. Untuk ini Telkom telah bekerjasama dengan beberapa merchant dalam penyelenggaraan layanan FlexiCash. Layanan yang ditawarkan sangat beragam mulai dari isi ulang pulsa, game online, komunitas online, portal musik, aktifasi hotspot, Pesan Delivery dan voucher Internet, voucher VoIP dan donasi.

Seperti halnya terhadap layanan Flexi, Eddy Kurnia juga optimis layanan akses Internet kecepatan tinggi Speedy akan terus tumbuh pesat di masa-masa mendatang seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Internet sebagai fasilitas untuk menunjang aktivitas mereka.

Pada tahun 2007 lalu jumlah pelanggan Speedy melonjak tajam hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2006. Akhir tahun 2007, pelanggan Speedy mencapai angka sekitar 241.000. Padahal awal tahun 2006 pelanggan Speedy baru mencapai 93.000 pelanggan. Sementara hingga akhir Agustus 2008 tercatat sudah 500 ribu pelanggan Speedy di Indonesia.

Untuk lebih meningkatkan penjualan, Telkom menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Citibank, Bank BRI, Bank Mega dan Bank Niaga. Dalam kerjasama tersebut pemegang kartu kredit bank tersebut dan atau calon nasabah kartu kredit, memperoleh keistimewaan ketika melakukan aktivasi Speedy. (srn)

source:  Okezone

Menguak Potensi Bisnis Remitansi dengan Dompet Bergerak

source: Bisnis Indonesia, 30 Agustus 2008

Ponsel kini sudah bisa Anda manfaatkan sebagai alat bayar. Tiga operator besar di Tanah Air mengembangkan layanan mobile wallet atau dompet bergerak untuk bertransaksi ataupun mentransfer dana.

Terbitnya lisensi remittance atau jasa pengiriman uang untuk perusahaan penyelenggara telekomunikasi akan segera melengkapi jasa-jasa yang sudah ada.

Sebentar lagi, pengguna seluler tidak lagi sekadar memanfaatkan ponselnya untuk berkirim pesan secara seketika, tetapi juga berkirim uang dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan jasa pengiriman konvensional yang pernah ada.

Bank Indonesia baru saja menerbitkan izin remittance kepada PT Telkomsel sebagai perusahaan jasa pengiriman uang setelah melalui tahapan uji tuntas.

BI juga memproses lisensi serupa untuk layanan Flexi-Cash PT Telkom Tbk yang baru saja diluncurkan dan juga pada layanan Dompetku milik PT Indosat Tbk.

Ditilik dari potensi pasar, ke depannya pengguna layanan tidak bisa dibilang kecil.

Sebut saja mulai dari komunitas tenaga kerja Indonesia (TKI), komunitas warga negara Indonesia yang sedang berada di luar negeri dan belum lagi antar pengguna seluler di dalam negeri.

Wajar saja ini berkat sistem yang dikembangkan telah memungkinkan pengiriman uang antarnegara.

Sasaran operator yang antusias menjaring TKI sebagai pengadopsi pemula masuk akal. Umumnya mereka adalah komunitas yang sering mengirim uang tetapi tidak memiliki rekening bank karena berbagai alasan.

TKI tersebar di berbagai negara, di Hong Kong misalnya, Telkomsel memperkirakan ada potensi sedikitnya 150.000 orang. Di Malaysia, TKI mencapai sekitar 2 juta orang. Belum lagi TKI yang bekerja di Timur Tengah.

Pada saatnya layanan ini pun akan membidik peluang dari gabungan pengguna komunikasi nirkabel di tiga operator yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat, yang total pelanggannya mencapai lebih dari 90 juta.

Dalam menggelar remittance, operator tidak bekerja sendiri. Tentu dibutuhkan peran pengembang sistem, bank dan jaringan merchant untuk proses cash-in ataupun cash-out.

Telkomsel, misalnya, telah menggandeng Bank BNI untuk memuluskan pengiriman uang dari TKI di Hong Kong ke Indonesia.

Operator tersebut juga bekerja sama dengan operator seluler terkemuka Hong Kong yaitu CSL dan Shinetown Mobile dalam layanan Simpati Kangen.

Layanan remittance tersebut akan menempel pada kartu SIM Simpati Kangen.

Sejumlah kerja sama dan uji coba terbatas juga telah dilaksanakan Telkom di tingkat sistem jaringan melalui penyedia jaringan PT Finnet Indonesia yang bekerja sama dengan MobilityOne Sdn Bhd-perusahaan Malaysia yang terdaftar di bursa London.

Kerja sama tersebut mencakup jaringan dan aplikasi khusus yang dikembangkan untuk transaksi antarnegara. Kerangka kerja sama ini adalah pengembangan mobile-wallet termasuk fitur-fitur pembayaran antarnegara.

Mekanisme remittance

Layanan berbasis perangkat bergerak tersebut akan menjadi alternatif alat pembayaran tanpa harus memiliki rekening di bank. Pengiriman uang ke kampung halaman nantinya dapat dilakukan lebih mudah, murah dan cepat.

TKI pengguna kartu Telkomsel cukup menyimpan uangnya di BNI Hong Kong, kemudian untuk mengirimkannya cukup dengan short message service (SMS).

Adapun penerima kiriman dalam melakukan pengambilan dana (cash out) di kantor cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di daerah masing-masing.

Penerima kiriman SMS T-Cash nantinya dapat menguangkan fasilitas elektronik tersebut di seluruh merchant T-Cash yang sudah berjalan saat ini di antaranya Indomaret dan Fuji Image Plaza.

Di Flexi-Cash, titik pembayaran untuk cash-out menurut rencana akan dapat dilakukan di warnet-warnet yang berada dalam jaringan Asosiasi Pengusaha Warung Internet Indonesia (Awari) di berbagai daerah di Indonesia. Naskah kerja sama itu sudah ditandatangani antara Finnet dan Awari.

Dengan sistem tersebut, TKI dapat mendatangi agen-agen pengiriman yang bekerja sama dengan MobilityOne di Malaysia untuk melakukan pengiriman uang dalam mata uang ringgit (cash-in).

Selanjutnya sistem MobilityOne akan melakukan konversi dengan menggunakan nilai tukar komersial ringgit-rupiah dan mengkreditkan dana dalam mata uang rupiah di sistem tersebut.

Seketika itu juga, mobile-wallet penerima remittance di Indonesia akan bertambah saldonya sesuai dana yang dikirimkan dan menerima notifikasi berupa SMS bahwa saldo m-wallet-nya telah bertambah dari remittance.

Agus F. Abdillah, General Manager ePayment PT Finnet, menuturkan pengguna fasilitas itu akan menggunakan rekening virtual yang berbeda yaitu untuk pulsa, dompet pembayaran dan dompet untuk remittance.

Kiriman konvensional

Mungkinkah remittance melalui mobile wallet ini akan menggeser jasa pengiriman uang konvensional seperti wesel pos atau yang disediakan lembaga keuangan?

VP Mobile Commerce PT Telkomsel Bambang Supriogo menuturkan remittance pada T-Cash tidak akan bersaing dengan layanan konvensional itu.

Menurut dia, jasa itu hanya menjadi tambahan jalur atau pilihan dari jalur-jalur pengiriman yang sudah ada. Soal keamanan, sistem sudah dilengkapi teknologi pengaman mutakhir dan selain itu penyelesaian transaksi (settlement) ikut diawasi BI. Calon pengguna remittance pun diwajibkan memiliki data seperti paspor atau identitas lainnya untuk mendaftar.

Dengan kenyamanan, keamanan dan kepraktisan yang ditawarkan aplikasi ini, apalagi pada saatnya akan terjalin interkoneksi layanan mobile-wallet antaroperator maka bukan tidak mungkin jalur ini akan menjadi jalur pilihan untuk mengirim uang.

Sejarah kejayaan killer application dari pesan singkat (SMS) yang menggeser pengiriman telegram dan surat pos. Boleh jadi sejarah kembali terulang. Remittance dari operator ini akan menggeser jasa pengiriman uang seperti wessel pos atau jasa pengiriman lainnya. Mungkin tinggal tunggu waktu! (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Wartawan Bisnis Indonesia

Finnet-Mobility One Perkuat Mobile Wallet Grup Telkom

source: Bisnis Indonesia, 19 Agustus 2008

PT Finnet Indonesia-perusahaan penyedia jaringan pembayaran Grup Telkom-menjalin kerja sama dengan MobilityOne Sdn Bhd dalam menyediakan layanan jasa pengiriman uang (remittance) tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Kerja sama itu akan memperkuat mobile wallet Telkomsel (T-Cash) dan Telkom (FlexiCash) untuk membidik peluang sekitar 2 juta TKI.

Budi Siswanto Muljadi, Dirut PT Finnet Indonesia, menuturkan pengembangan tersebut akan memenuhi kebutuhan TKI di Malaysia agar lebih mudah melakukan transaksi pengiriman nontunai ke keluarganya di desa-desa asalnya di Indonesia.

“Ini juga menjadi solusi bagi keluarga mereka untuk mencairkan pengiriman uang [cash-out],” ujarnya di sela-sela penandatanganan kerja sama itu Jumat pekan lalu.

Menurut Budi, keluarga TKI dapat melakukan cash-out dan pembayaran nontunai melalui merchant atau titik pembayaran yang ada diantaranya warung Internet.

Kerja sama antara Finnet dan perusahaan Malaysia yang terdaftar di bursa London tersebut akan mencakup penyediaan mobile wallet remittance system dengan memanfaatkan platform sistem yang sudah dikembangkan ber- sama. Layanan berbasis perangkat bergerak tersebut akan menjadi alternatif alat pembayaran tanpa harus memiliki rekening di bank.

Pratomo Edhi, General Manager PT MobilityOne Indonesia menuturkan kerja sama tersebut mencakup jaringan dan aplikasi khusus yang dikembangkan untuk transaksi antarnegara.

“Kerangka kerja sama ini adalah pengem-bangan mobile-wallet termasuk fitur-fitur pembayaran antarnegara,” tegasnya.

MobilityOne-yang memiliki keahlian dalam pengembangan platform untuk e-commerce-optimistis dapat turut mengedukasi 2 juta TKI untuk menggunakan layanan berizin khusus itu.

Batasan dana melalui pengiriman saat ini belum ditentukan dan masih menunggu izin dari Bank Indonesia. Namun, proses uji coba sistem secara terbatas telah dilakukan.

Agus F. Abdillah, General Manager ePayment PT Finnet, menuturkan pengguna fasilitas itu akan menggunakan rekening virtual yang berbeda yaitu untuk pulsa, dompet pembayaran dan dompet untuk remittance.

“Sistem sudah siap dan Telkom tinggal menunggu lisensi. Khusus remittance lisensinya adalah perusahaan jasa pengirimam uang,” katanya.

Gandeng warnet

PT Finnet juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Warung Internet Indonesia (Awari) sebagai payment point. Dalam kesempatan yang sama penandatanganan kerja sama diikuti pengurus Awari dan 15 pengusaha warnet dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan sistem tersebut, tenaga kerja dapat mendatangi agen-agen pengiriman yang bekerja sama dengan MobilityOne di Malaysia untuk melakukan pengiriman uang dalam mata uang ringgit (cash-in).

Selanjutnya sistem MobilityOne akan melakukan konversi dengan menggunakan nilai tukar komersial ringgit-rupiah dan mengkreditkan dana dalam mata uang rupiah di sistem tersebut.

Seketika itu juga mobile-wallet penerima remittance di Indonesia akan bertambah saldonya sesuai dengan dana yang dikirimkan dan menerima notifikasi berupa SMS bahwa saldo m-wallet-nya telah bertambah dari remittance.

Keuntungan menggunakan fasilitas ini bagi TKI adalah pengiriman mudah, cepat, aman, dan biaya yang lebih murah. (14)

Oleh Roni Yunianto (roni.yunianto@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia

XL – BNI Luncurkan Layanan ”Transfer Instan”

source: http://www.xl.co.id, 15 Agustus 2008

XL bersinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan inovasi layanan ”Transfer Instan – Kirim Seketika Via XL”. Inovasi ini berupa layanan pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia serta pengiriman uang domestik secara instan dan aman yang diluncurkan sebagai komitmen XL serta BNI untuk menghadirkan beragam layanan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pahlawan devisa yaitu Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Peluncuran berlangsung di Jakarta (14/8), dan dihadiri oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.

Peran XL dalam layanan Transfer Instan adalah menyediakan sarana dan prasarana, termasuk sistem yang digunakan oleh BNI sebagai media dalam penyelenggaraan kegiatan usaha Pengiriman Uang, dan/atau melakukan kegiatan penerimaan dan penerusan data dan/atau informasi terkait dari suatu Penyelenggara kepada Penyelenggara lain untuk disampaikan kepada Penerima.

Peluncuran layanan Transfer Instan dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan para pekerja Indonesia di luar negeri untuk mengirimkan uang kepada keluarga atau kerabat di tanah air secara cepat dan mudah. Terdapat lebih dari 4 juta pekerja Indonesia yang bekerja di beberapa negara Asia salah satunya Hongkong. Kondisi ini merupakan peluang positif bagi XL dan BNI untuk membantu saudara-saudara kita tersebut untuk dapat dengan cepat dan mudah mengirimkan uang ke tanah air.

Sebagai tahap awal, layanan Transfer Instan dapat dinikmati di Hongkong untuk layanan pengiriman uang ke beberapa wilayah di Indonesia. Untuk dapat menikmati kemudahan layanan ini masyarakat baik pengirim dan penerima tidak harus memiliki akun di bank, yang penting penerima yang dituju memiliki nomor XL, baik prabayar maupun pascabayar. Saat melakukan pengiriman uang, pengirim cukup memberikan data diri serta penerima dana di Indonesia yang berupa nomor identitas diri (KTP), tanggal lahir dan nomor selular. Kemudian petugas BNI akan memasukkan data-data tersebut kedalam sistem dan melakukan proses pengiriman. Setelah proses ini selesai, sistem XL secara real time akan mengirim SMS notifikasi ke penerima yang berisi pemberitahuan bahwa pelanggan XL tersebut telah mendapatkan pengiriman uang beserta kode khusus untuk pengambilan uang.

Penerima dapat mengambil dana tersebut di cabang BNI yang melayani Transfer Instan dalam kurun waktu sampai dengan 14 hari. Kalau sampai batas waktu tersebut tidak diambil, maka dananya akan dikembalikan ke pengirim. Penerima dana cukup menunjukkan SMS notifikasi ini dan identitas diri berupa KTP kepada petugas BNI pada saat melakukan pengambilan uang. Tarif atas layanan ini adalah HK D15 untuk transaksi sampai untuk sementara ini maksimal HK D1,000. Biaya dikenakan ke pihak pengirim saat proses pengiriman, sementara penerima dana tidak dikenakan biaya apapun.