Telkomsel Hadirkan 3.158 Titik Layanan T-Cash

source: Telkomsel, 11 Desember 2008

Hari ini Telkomsel meresmikan outlet ke 3.000 T-Cash hasil kerjasama dengan Indomaret, sekaligus menandai hadirnya era layanan mobile wallet di kota Medan. Hal ini menjadikan jumlah titik layanan T-Cash di seluruh Indonesia menjadi 3.158.

Seiring penambahan jumlah titik layanan T-Cash di Jawa-Bali dan Sumatera, pelanggan T-Cash bertambah secara signifikan mencapai 90.000 atau meningkat 100 kali lipat dibanding jumlah pengguna T-Cash di awal tahun 2008 yang hanya 979 pelanggan. Telkomsel sendiri mempelopori hadirnya layanan mobile wallet pertama di Indonesia pada November 2007.

Peningkatan signifikan juga terjadi di sisi jumlah transaksi yang dilakukan oleh pelanggan T-Cash, di mana pada bulan November 2008 tercatat 23.455 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 miliar atau meningkat 400 persen dibanding bulan Januari 2008 yang hanya Rp 4 juta dengan 82 transaksi.

Di akhir 2010 diperkirakan pengguna T-Cash di Indonesia akan mencapai 6 juta pelanggan. Hal ini didasarkan pada tren positif respon masyarakat dan potensi jumlah pelanggan Telkomsel yang kini mencapai 63,5 juta.

“Pesatnya perkembangan layanan mobile wallet T-Cash ini berkat dukungan Bank Indonesia sebagai pemberi lisensi, adanya Undang-Undang Transaksi Elektronik, serta semangat para merchant seperti Indomaret yang ingin meningkatkan pelayanan dalam hal kemudahan bertransaksi,” ungkap Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto.

“Melihat tren positif respon masyarakat terhadap layanan T-Cash di berbagai wilayah di Indonesia, kami yakin bahwa layanan ini sudah dinanti-nanti masyarakat Medan dan akan berkembang cepat di wilayah ini. Saat ini ada 39 outlet Indomaret yang siap melayani pelanggan T-Cash di Medan, dan akan terus ditambah jumlahnya sehingga masyarakat semakin mudah melakukan transaksi,” ungkap VP Telkomsel Area Sumatera Mirza Budiwan.

”Sebagai salah satu merchant terbaik T-Cash, Indomaret merespon sangat agresif melalui visi peningkatan pelayanan kepada pelanggannya, di mana hanya dalam 1 tahun telah ada 3.000 outlet Indomaret yang dilengkapi dengan device connected ke sistem T-Cash Telkomsel. Hal ini tentunya juga menjadi bagian penting dalam upaya mendukung program Bank Indonesia dalam menyediakan ragam instrumen pembayaran micropayment non tunai yang efisien, cepat, dan aman,” papar Suryo.

Suryo menambahkan, perubahan perilaku yang menginginkan kepraktisan telah membawa transaksi elektronik berkembang pesat. Demikian juga halnya gaya hidup penuh mobilitas, membuat ponsel menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, bahkan ungkapan ‘lebih baik tertinggal dompet daripada ponsel’ kini benar-benar nyata, karena dengan T-Cash berbagai transaksi bisa dilakukan menggunakan ponsel.

Dengan layanan mobile wallet T-Cash maka ponsel bisa berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi secara mudah, cepat, dan aman. Mereka dapat melakukan pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, bahkan pengambilan tunai.

Untuk menikmati layanan T-Cash ini, pelanggan Telkomsel baik yang menggunakan kartuHALO, simPATI, ataupun Kartu As cukup registrasi melalui SMS ketik REG TCash Nama#Tanggal Lahir<ddmmyyyy>#Nama Ibu Kandung dan kirim ke 2828.

Telkomsel juga memberikan keuntungan tambahan yang berlaku hingga 10 Januari 2008, bagi yang mendaftar dan melakukan pengisian pertama (cash in) minimal Rp 50.000 akan mendapat potongan tagihan bulanan (kartuHALO) atau pulsa (simPATI/Kartu As) Rp 10.000.

Selain itu, setiap transaksi menggunakan T-Cash di Indomaret minimal sebesar Rp 50.000 akan mendapatkan bonus 10 poin dari Telkomsel Poin serta kesempatan untuk mendapatkan diskon hingga 20% untuk produk tertentu.

Sekilas Mobile Wallet

Dalam menghadirkan layanan mobile wallet di Indonesia, Telkomsel menjadi integrator sekaligus service provider yang didukung oleh Bank Indonesia (regulator), merchant-merchant penjual barang dan jasa (Indomaret, Fuji Image Plaza, Perguruan Tinggi penyedia konten akademis, dan lain-lain), bank sebagai tempat penyimpanan dana (BNI, Mandiri, dan sebagainya). Layanan ini tentunya bisa menjadi katalisator terciptanya less cash society.

Layanan T-Cash memungkinkan ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan nominal kecil (micropayment) di bawah Rp 1 juta.

Respon positif masyarakat pada layanan mobile wallet ini tidak terlepas dari data Bank Indonesia yang menunjukan bahwa 63% dari transaksi di Indonesia pada 2006 merupakan pembayaran dalam nominal kecil. Apalagi mengacu standar Weidong Kou pada Payment Technologies for e-commerce menegaskan bahwa pembayaran nominal kecil (di bawah Rp 120.000) telah saatnya difungsikan kepada pengguna ponsel guna menghemat devisa.

Hal ini juga sejalan dengan tren yang terjadi di dunia, di mana layanan mobile wallet dari operator Globe Telecom, yakni G-Cash, telah digunakan oleh 42% masyarakat di Filipina untuk melakukan pembayaran mikro/micropayment dengan rata-rata transaksinya mencapai 100 juta dollar AS atau setara dengan jumlah 1,3 juta pelanggan. Demikian pula masyarakat negara Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong.

Potensi layanan mobile wallet juga didukung oleh analisa data Juniper Research yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel oleh masyarakat untuk layanan perbankan dan transaksi semakin meningkat. Juniper Research memperkirakan jumlah pengguna layanan bank via ponsel atau mobile banking bakal mencapai 816 juta orang di tahun 2011. Angka tersebut adalah peningkatan sampai sepuluh kali lipat dari jumlah pengguna di 2007.

Telkomsel Luncurkan T-Remittance di Hongkong

Dalam suasana 100 Tahun Kebangkitan Indonesia, Telkomsel meluncurkan inovasi layanan konvergensi layanan selular dengan perbankan bernama T-Remittance yang memungkinkan para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri bisa melakukan transfer uang ke keluarganya di Indonesia secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, “Peluncuran ini merupakan kelanjutan implementasi T-Remittance setelah sukses diuji coba Live Demo di Hongkong April 2008 lalu dan mendapatkan ijin dari Bank Indonesia selaku regulator pada 12 Agustus 2008, sekaligus awal dari diversifikasi layanan di mana Telkomsel tidak hanya menghadirkan layanan selular tapi juga layanan transaksi kerjasama dengan perbankan.”

Kiskenda berharap kehadiran layanan T-Remittance hasil kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat Indonesia yang bekerja di Hongkong dan keluarganya yang ada di Indonesia dalam hal kemudahan pengiriman uang lintas negara secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Acara yang dihadiri ribuan TKI ini menjadi istimewa karena dihadiri Menakertrans Erman Suparno, Kepala Perwakilan BI Tokyo Mohammad Ishak, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, Konjen Indonesia di Hongkong Ferry Adamhar, dan Staf Ahli Meneg BUMN Alexander Rusli.

Kehadiran berbagai pihak dalam acara peluncuran ini karena kehadiran layanan remittance melalui mobile wallet T-Cash (Telkomsel Cash) ini tidak hanya sekedar komersialisasi konvergensi layanan operator selular dengan dunia perbankan, tetapi lebih dari itu menandai hadirnya new industry hasil kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Telkomsel lebih menjadi fasilitator dengan bertitik tolak dari melayani pelanggan kartu prabayar yang kini telah mencapai hampir 60 juta pelanggan,” papar Kiskenda

Sebagai service leader operator selular di Indonesia, Telkomsel tidak hanya melayani masyarakat Indonesia yang berada di Indonesia tapi juga yang mereka yang kerja dan tinggal di luar negeri, sebagaimana di Hongkong ini melalui produk kartu prabayar simPATI Kangen yang merupakan hasil kerjasama dengan ShineTown Mobile (operator penyelenggara layanan) dan CSL (operator besar penyedia jaringan di Hongkong). Khusus dengan CSL Hongkong, Telkomsel memiliki ikatan batin yang erat melalui keanggotaannya dalam Bridge Alliance yang saat ini beranggotakan 11 Operator terkemuka di Asia Pacific.

Gabungan kedua layanan T-Remittance dan simPATI Kangen di Hong Kong ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan yang ditunggu-tunggu oleh sekitar 120.000 masyarakat Indonesia yang bekerja di Hong Kong, dimana rata-rata berpenghasilan sekitar HKD 3.500/bulan (Rp 4,2 juta). Hal ini dikarenakan dalam hubungan anggota keluarga lintas negara, kebutuhan komunikasi dan distribusi uang antar mereka menjadi hal utama.

Layanan T-Remittance juga merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN baik dari sisi perusahaan maupun sinergi produk dalam upaya meningkatkan value BUMN di tingkat global dan pelayanan masyarakat.

Sinergi yang dilakukan Telkomsel selaku anak perusahaan BUMN Telkom dengan BNI dalam menghadirkan inovasi produk sinergi layanan selular dan perbankan bernama T-Remittance ini mendapat dukungan penuh dari Kementrian BUMN.

sumber: www.telkomsel.com

Telkom Luncurkan Transaksi Nontunai FlexiCASH

JAKARTA – Menyadari semakin tumbuhnya gaya hidup non-tunai (less cash lifestyle), Telkom menawarkan layanan baru yang disebut FlexiCash, yaitu layanan uang digital yang dapat digunakan untuk transaksi pembayaran atau pembelian non tunai melalui layanan TelkomFlexi.

“Layaknya membawa dompet berisi uang tunai, pelanggan Flexi dapat melakukan berbagai transaksi, seperti pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, pembayaran jasa, dan macam-macam transaksi lainnya. Layanan ini memang dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup pelanggan yang menginginkan adanya layanan transaksi non tunai mobile commerce, di mana ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi dengan cara yang mudah, cepat, dan aman,” ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia di Jakarta, Jumat (29/8/2008).

Keuntungan penggunaan FlexiCash antara lain praktis (cashless) sehingga pelanggan tidak perlu membawa banyak uang tunai ke mana-mana dan mudah (simple) karena transaksi cukup dilakukan melalui layanan pesan singkat (SMS).

FlexiCash juga dapat melakukan remote payment, artinya pelanggan bisa melakukan transaksi dari mana saja tanpa harus datang ke merchant bersangkutan. Sedangkan untuk memanfaatkan FlexiCash, pelanggan cukup  melakukan registrasi dengan cara ketik CASH lalu kirim SMS ke 555.

Pengguna FlexiCash dapat mengecek saldo FlexiCash-nya setiap saat, memeriksa lima transaksi terakhir, pembelian voucher isi ulang (GSM/CDMA), pembayaran berbagai macam produk dan layanan baik fisik maupun digital serta pembayaran tagihan.

Layanan FlexiCash telah berlaku secara nasional di seluruh Indonesia. Untuk ini Telkom telah bekerjasama dengan beberapa merchant dalam penyelenggaraan layanan FlexiCash. Layanan yang ditawarkan sangat beragam mulai dari isi ulang pulsa, game online, komunitas online, portal musik, aktifasi hotspot, Pesan Delivery dan voucher Internet, voucher VoIP dan donasi.

Seperti halnya terhadap layanan Flexi, Eddy Kurnia juga optimis layanan akses Internet kecepatan tinggi Speedy akan terus tumbuh pesat di masa-masa mendatang seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya Internet sebagai fasilitas untuk menunjang aktivitas mereka.

Pada tahun 2007 lalu jumlah pelanggan Speedy melonjak tajam hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2006. Akhir tahun 2007, pelanggan Speedy mencapai angka sekitar 241.000. Padahal awal tahun 2006 pelanggan Speedy baru mencapai 93.000 pelanggan. Sementara hingga akhir Agustus 2008 tercatat sudah 500 ribu pelanggan Speedy di Indonesia.

Untuk lebih meningkatkan penjualan, Telkom menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, di antaranya dengan Citibank, Bank BRI, Bank Mega dan Bank Niaga. Dalam kerjasama tersebut pemegang kartu kredit bank tersebut dan atau calon nasabah kartu kredit, memperoleh keistimewaan ketika melakukan aktivasi Speedy. (srn)

source:  Okezone