Telkomsel Luncurkan T-Remittance di Hongkong

Dalam suasana 100 Tahun Kebangkitan Indonesia, Telkomsel meluncurkan inovasi layanan konvergensi layanan selular dengan perbankan bernama T-Remittance yang memungkinkan para Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri bisa melakukan transfer uang ke keluarganya di Indonesia secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Direktur Utama Telkomsel Kiskenda Suriahardja mengatakan, “Peluncuran ini merupakan kelanjutan implementasi T-Remittance setelah sukses diuji coba Live Demo di Hongkong April 2008 lalu dan mendapatkan ijin dari Bank Indonesia selaku regulator pada 12 Agustus 2008, sekaligus awal dari diversifikasi layanan di mana Telkomsel tidak hanya menghadirkan layanan selular tapi juga layanan transaksi kerjasama dengan perbankan.”

Kiskenda berharap kehadiran layanan T-Remittance hasil kerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) ini dapat menjadi manfaat bagi masyarakat Indonesia yang bekerja di Hongkong dan keluarganya yang ada di Indonesia dalam hal kemudahan pengiriman uang lintas negara secara mudah, cepat, aman, dan efisien.

Acara yang dihadiri ribuan TKI ini menjadi istimewa karena dihadiri Menakertrans Erman Suparno, Kepala Perwakilan BI Tokyo Mohammad Ishak, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo, Konjen Indonesia di Hongkong Ferry Adamhar, dan Staf Ahli Meneg BUMN Alexander Rusli.

Kehadiran berbagai pihak dalam acara peluncuran ini karena kehadiran layanan remittance melalui mobile wallet T-Cash (Telkomsel Cash) ini tidak hanya sekedar komersialisasi konvergensi layanan operator selular dengan dunia perbankan, tetapi lebih dari itu menandai hadirnya new industry hasil kolaborasi yang melibatkan banyak pihak. Telkomsel lebih menjadi fasilitator dengan bertitik tolak dari melayani pelanggan kartu prabayar yang kini telah mencapai hampir 60 juta pelanggan,” papar Kiskenda

Sebagai service leader operator selular di Indonesia, Telkomsel tidak hanya melayani masyarakat Indonesia yang berada di Indonesia tapi juga yang mereka yang kerja dan tinggal di luar negeri, sebagaimana di Hongkong ini melalui produk kartu prabayar simPATI Kangen yang merupakan hasil kerjasama dengan ShineTown Mobile (operator penyelenggara layanan) dan CSL (operator besar penyedia jaringan di Hongkong). Khusus dengan CSL Hongkong, Telkomsel memiliki ikatan batin yang erat melalui keanggotaannya dalam Bridge Alliance yang saat ini beranggotakan 11 Operator terkemuka di Asia Pacific.

Gabungan kedua layanan T-Remittance dan simPATI Kangen di Hong Kong ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan yang ditunggu-tunggu oleh sekitar 120.000 masyarakat Indonesia yang bekerja di Hong Kong, dimana rata-rata berpenghasilan sekitar HKD 3.500/bulan (Rp 4,2 juta). Hal ini dikarenakan dalam hubungan anggota keluarga lintas negara, kebutuhan komunikasi dan distribusi uang antar mereka menjadi hal utama.

Layanan T-Remittance juga merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN baik dari sisi perusahaan maupun sinergi produk dalam upaya meningkatkan value BUMN di tingkat global dan pelayanan masyarakat.

Sinergi yang dilakukan Telkomsel selaku anak perusahaan BUMN Telkom dengan BNI dalam menghadirkan inovasi produk sinergi layanan selular dan perbankan bernama T-Remittance ini mendapat dukungan penuh dari Kementrian BUMN.

sumber: www.telkomsel.com

Advertisements

Menguak Potensi Bisnis Remitansi dengan Dompet Bergerak

source: Bisnis Indonesia, 30 Agustus 2008

Ponsel kini sudah bisa Anda manfaatkan sebagai alat bayar. Tiga operator besar di Tanah Air mengembangkan layanan mobile wallet atau dompet bergerak untuk bertransaksi ataupun mentransfer dana.

Terbitnya lisensi remittance atau jasa pengiriman uang untuk perusahaan penyelenggara telekomunikasi akan segera melengkapi jasa-jasa yang sudah ada.

Sebentar lagi, pengguna seluler tidak lagi sekadar memanfaatkan ponselnya untuk berkirim pesan secara seketika, tetapi juga berkirim uang dalam waktu yang lebih cepat dibandingkan dengan jasa pengiriman konvensional yang pernah ada.

Bank Indonesia baru saja menerbitkan izin remittance kepada PT Telkomsel sebagai perusahaan jasa pengiriman uang setelah melalui tahapan uji tuntas.

BI juga memproses lisensi serupa untuk layanan Flexi-Cash PT Telkom Tbk yang baru saja diluncurkan dan juga pada layanan Dompetku milik PT Indosat Tbk.

Ditilik dari potensi pasar, ke depannya pengguna layanan tidak bisa dibilang kecil.

Sebut saja mulai dari komunitas tenaga kerja Indonesia (TKI), komunitas warga negara Indonesia yang sedang berada di luar negeri dan belum lagi antar pengguna seluler di dalam negeri.

Wajar saja ini berkat sistem yang dikembangkan telah memungkinkan pengiriman uang antarnegara.

Sasaran operator yang antusias menjaring TKI sebagai pengadopsi pemula masuk akal. Umumnya mereka adalah komunitas yang sering mengirim uang tetapi tidak memiliki rekening bank karena berbagai alasan.

TKI tersebar di berbagai negara, di Hong Kong misalnya, Telkomsel memperkirakan ada potensi sedikitnya 150.000 orang. Di Malaysia, TKI mencapai sekitar 2 juta orang. Belum lagi TKI yang bekerja di Timur Tengah.

Pada saatnya layanan ini pun akan membidik peluang dari gabungan pengguna komunikasi nirkabel di tiga operator yaitu Telkom, Telkomsel, Indosat, yang total pelanggannya mencapai lebih dari 90 juta.

Dalam menggelar remittance, operator tidak bekerja sendiri. Tentu dibutuhkan peran pengembang sistem, bank dan jaringan merchant untuk proses cash-in ataupun cash-out.

Telkomsel, misalnya, telah menggandeng Bank BNI untuk memuluskan pengiriman uang dari TKI di Hong Kong ke Indonesia.

Operator tersebut juga bekerja sama dengan operator seluler terkemuka Hong Kong yaitu CSL dan Shinetown Mobile dalam layanan Simpati Kangen.

Layanan remittance tersebut akan menempel pada kartu SIM Simpati Kangen.

Sejumlah kerja sama dan uji coba terbatas juga telah dilaksanakan Telkom di tingkat sistem jaringan melalui penyedia jaringan PT Finnet Indonesia yang bekerja sama dengan MobilityOne Sdn Bhd-perusahaan Malaysia yang terdaftar di bursa London.

Kerja sama tersebut mencakup jaringan dan aplikasi khusus yang dikembangkan untuk transaksi antarnegara. Kerangka kerja sama ini adalah pengembangan mobile-wallet termasuk fitur-fitur pembayaran antarnegara.

Mekanisme remittance

Layanan berbasis perangkat bergerak tersebut akan menjadi alternatif alat pembayaran tanpa harus memiliki rekening di bank. Pengiriman uang ke kampung halaman nantinya dapat dilakukan lebih mudah, murah dan cepat.

TKI pengguna kartu Telkomsel cukup menyimpan uangnya di BNI Hong Kong, kemudian untuk mengirimkannya cukup dengan short message service (SMS).

Adapun penerima kiriman dalam melakukan pengambilan dana (cash out) di kantor cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM) BNI di daerah masing-masing.

Penerima kiriman SMS T-Cash nantinya dapat menguangkan fasilitas elektronik tersebut di seluruh merchant T-Cash yang sudah berjalan saat ini di antaranya Indomaret dan Fuji Image Plaza.

Di Flexi-Cash, titik pembayaran untuk cash-out menurut rencana akan dapat dilakukan di warnet-warnet yang berada dalam jaringan Asosiasi Pengusaha Warung Internet Indonesia (Awari) di berbagai daerah di Indonesia. Naskah kerja sama itu sudah ditandatangani antara Finnet dan Awari.

Dengan sistem tersebut, TKI dapat mendatangi agen-agen pengiriman yang bekerja sama dengan MobilityOne di Malaysia untuk melakukan pengiriman uang dalam mata uang ringgit (cash-in).

Selanjutnya sistem MobilityOne akan melakukan konversi dengan menggunakan nilai tukar komersial ringgit-rupiah dan mengkreditkan dana dalam mata uang rupiah di sistem tersebut.

Seketika itu juga, mobile-wallet penerima remittance di Indonesia akan bertambah saldonya sesuai dana yang dikirimkan dan menerima notifikasi berupa SMS bahwa saldo m-wallet-nya telah bertambah dari remittance.

Agus F. Abdillah, General Manager ePayment PT Finnet, menuturkan pengguna fasilitas itu akan menggunakan rekening virtual yang berbeda yaitu untuk pulsa, dompet pembayaran dan dompet untuk remittance.

Kiriman konvensional

Mungkinkah remittance melalui mobile wallet ini akan menggeser jasa pengiriman uang konvensional seperti wesel pos atau yang disediakan lembaga keuangan?

VP Mobile Commerce PT Telkomsel Bambang Supriogo menuturkan remittance pada T-Cash tidak akan bersaing dengan layanan konvensional itu.

Menurut dia, jasa itu hanya menjadi tambahan jalur atau pilihan dari jalur-jalur pengiriman yang sudah ada. Soal keamanan, sistem sudah dilengkapi teknologi pengaman mutakhir dan selain itu penyelesaian transaksi (settlement) ikut diawasi BI. Calon pengguna remittance pun diwajibkan memiliki data seperti paspor atau identitas lainnya untuk mendaftar.

Dengan kenyamanan, keamanan dan kepraktisan yang ditawarkan aplikasi ini, apalagi pada saatnya akan terjalin interkoneksi layanan mobile-wallet antaroperator maka bukan tidak mungkin jalur ini akan menjadi jalur pilihan untuk mengirim uang.

Sejarah kejayaan killer application dari pesan singkat (SMS) yang menggeser pengiriman telegram dan surat pos. Boleh jadi sejarah kembali terulang. Remittance dari operator ini akan menggeser jasa pengiriman uang seperti wessel pos atau jasa pengiriman lainnya. Mungkin tinggal tunggu waktu! (roni.yunianto@bisnis.co.id)

Oleh Roni Yunianto
Wartawan Bisnis Indonesia

XL – BNI Luncurkan Layanan ”Transfer Instan”

source: http://www.xl.co.id, 15 Agustus 2008

XL bersinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menghadirkan inovasi layanan ”Transfer Instan – Kirim Seketika Via XL”. Inovasi ini berupa layanan pengiriman uang dari luar negeri ke Indonesia serta pengiriman uang domestik secara instan dan aman yang diluncurkan sebagai komitmen XL serta BNI untuk menghadirkan beragam layanan yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, khususnya para pahlawan devisa yaitu Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Peluncuran berlangsung di Jakarta (14/8), dan dihadiri oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dan Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.

Peran XL dalam layanan Transfer Instan adalah menyediakan sarana dan prasarana, termasuk sistem yang digunakan oleh BNI sebagai media dalam penyelenggaraan kegiatan usaha Pengiriman Uang, dan/atau melakukan kegiatan penerimaan dan penerusan data dan/atau informasi terkait dari suatu Penyelenggara kepada Penyelenggara lain untuk disampaikan kepada Penerima.

Peluncuran layanan Transfer Instan dilatarbelakangi oleh tingginya kebutuhan para pekerja Indonesia di luar negeri untuk mengirimkan uang kepada keluarga atau kerabat di tanah air secara cepat dan mudah. Terdapat lebih dari 4 juta pekerja Indonesia yang bekerja di beberapa negara Asia salah satunya Hongkong. Kondisi ini merupakan peluang positif bagi XL dan BNI untuk membantu saudara-saudara kita tersebut untuk dapat dengan cepat dan mudah mengirimkan uang ke tanah air.

Sebagai tahap awal, layanan Transfer Instan dapat dinikmati di Hongkong untuk layanan pengiriman uang ke beberapa wilayah di Indonesia. Untuk dapat menikmati kemudahan layanan ini masyarakat baik pengirim dan penerima tidak harus memiliki akun di bank, yang penting penerima yang dituju memiliki nomor XL, baik prabayar maupun pascabayar. Saat melakukan pengiriman uang, pengirim cukup memberikan data diri serta penerima dana di Indonesia yang berupa nomor identitas diri (KTP), tanggal lahir dan nomor selular. Kemudian petugas BNI akan memasukkan data-data tersebut kedalam sistem dan melakukan proses pengiriman. Setelah proses ini selesai, sistem XL secara real time akan mengirim SMS notifikasi ke penerima yang berisi pemberitahuan bahwa pelanggan XL tersebut telah mendapatkan pengiriman uang beserta kode khusus untuk pengambilan uang.

Penerima dapat mengambil dana tersebut di cabang BNI yang melayani Transfer Instan dalam kurun waktu sampai dengan 14 hari. Kalau sampai batas waktu tersebut tidak diambil, maka dananya akan dikembalikan ke pengirim. Penerima dana cukup menunjukkan SMS notifikasi ini dan identitas diri berupa KTP kepada petugas BNI pada saat melakukan pengambilan uang. Tarif atas layanan ini adalah HK D15 untuk transaksi sampai untuk sementara ini maksimal HK D1,000. Biaya dikenakan ke pihak pengirim saat proses pengiriman, sementara penerima dana tidak dikenakan biaya apapun.